-->

Identitas Mahasiswa


Mahasiswa adalah sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri dari sekolah tinggi, akademi, dan yang paling umum adalah Universitas. Sebagai seorang mahasiswa, maka wajib untuk melaksanakan Tridharma perguruan tinggi, yaitu kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini juga terdapat dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 pasal 5 tentang pendidikan tinggi, dimana tujuan dari pendidikan tinggi adalah:

  1. berkembangnya potensi Mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa;
  2. dihasilkannya lulusan yang menguasai cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa;
  3. dihasilkannya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Penelitian yang memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora agar bermanfaat bagi kemajuan bangsa, serta kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia; dan
  4. terwujudnya Pengabdian kepada Masyarakat berbasis penalaran dan karya Penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam menjalankan perannya di masyarakat, seorang mahasiswa harus mampu mengamati dan menganalisa keadaan masyarakat di sekitarnya kemudian menjalankan perannya di masyarakat. Untuk mengetahui identitas mahasiswa sehingga dapat menjalankan perannya dengan baik, mahasiswa dapat menggunakan tool yang disebut sebagai PoPoPe (posisi, potensi, dan peran).

Posisi mahasiswa adalah sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki keududukan yang setara dengan masyarakat dan tidak bisa lepas dari lingkungannya. Mahasiswa juga memiliki posisi sebagai masyarakat akademis yang berperan sebagai insan dalam kegiatan belajar-mengajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Dalam kasus ini, sebagai mahasiswa kita menyampaikan fakta bagaimana ganasnya Covid-19 dengan bahasa yang secara psikologis akan terdengar setara di telinga masyarakat. Posisikan diri sebagai bauran dari masyarakat dan tumpahkan keresahan kalian di masyarakat, sehingga masyarakat akan lebih mendengar dirimu sebagai bagian dari masyarakat. Hal mengenai cara berbicara dan membujuk suara khalayak tentu kurang lebih sudah dipelajari tiap-tiap mahasiswa baik di kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikulernya. 

Selanjutnya untuk potensi mahasiswa yaitu sebagai bagian di dalam masyarakat yang memiliki potensi untuk mengubah masyarakat. Mahasiswa juga merupakan bagian dari masyarakat akademik yang memiliki akses terhadap fasilitas fasilitas penunjang kehidupan akademik. Setelah berusaha meyakinkan masyarakat akan keadaan Covid-19 yang meresahkan segala aspek secara nasional, sebagai mahasiswa hendaknya memberikan saran preventif, solusi terhadap masalah yang ada, dan ide untuk bersinergi bersama untuk memerangi Covid-19. Contoh : Mengajak membuat Infografis mengenai Covid-19, Mengajak memproduksi masker, dan lain -lain. Kita dapat mengalihkan pikiran mereka mengenai hal-hal negatif yang dapat menimbulkan stress dengan contoh kegiatan tersebut.

Maka dari itu terjawablah apa peran dari mahasiswa dari dua kegiatan di atas, yaitu peran mahasiswa adalah sebagai katalisator atau pembantu masyarakat. Mahasiswa dengan ilmu pengetahuannya dan posisinya sebagai bagian dari masyarakat haruslah mampu menjawab persoalan yang ada di masyarakat dan menjadi agen perubahan. 


#PoPoPeMahasiswa #KATITB2021


LihatTutupKomentar